Kalimat judul di atas kayaknya sadis banget ya...
Aku memaknai bukan dari bahasa kapitalisme, tapi aku ingin mengungkapkan apakah hal yang terjadi dalam hidup keseharian kita pun demikian? yakinkah kita apa yang kita tuai adalah apa yang kita tanam? kira-kira begitulah maksudnya. Bagaimana mungkin orang yang berlaku iri akan mendapatkan hal yang dicitakan, bagaimana mungkin orang yang menyia-nyiakan yatim piatu dan orang miskin akan bisa terbuka jalan rejekinya, bagaimana orang yang menyia-nyiakan orang tuanya akan mendapatkan ketenangan dalam hidupnya...
So tidak ada yang gratis kan???
